Kamis, 25 Apr 2013
Riau Membentuk Pusat Energi Terbarukan

PEKANBARU: Ini merupakan awal yang penting dari sebuah babak baru pengembangan energi baru dan terbarukan di Provinsi Riau.  Lebih 16 perwakilan dari lembaga pemangku kepentingan (stakeholder) sepakat membentuk Riau Renewable Energy Center (RiREC), dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Rabu 24 April 2013

Stakeholder yang berasal dari lembaga pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan LSM di Provinsi Riau sepakat bahwa Provinsi Riau yang kaya akan sumber energi terbarukan memiliki peluang besar untuk menjadi Provisi pertama di Indonesia yang mengambil langkah nyata untuk mewujudkan kedaulatan energi di Provinsi Riau, untuk kesejahteraan rakyat.

Langkah ini sejalan dengan berbagai peraturan perundang-undangan yang mendorong pengembangan energi terbarukan, dan selaras dengan upaya mengatasi perubahan iklim dari sektor energi.

Pihak pemerintah tingkat Provinsi Riau yang hadir dan sepakat untuk menjadi pendiri RiREC adalah Badan Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Sedangkan pihak perguruan tinggi yang hadir adalah Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska, Fakultas Pertanian UR, Fakultas Teknik UIR, Fakultas Teknik UNILAK, dan Energy Research Centre (EnReach) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Suska. Juga hadir pihak LSM dan industri terkait yaitu Jaringan Kerja Energi Berkelanjutan Riau (Jaket Riau), PTPN V, dan PT. PLN (Persero) Wilayah Riau Kepri.

Pembentukan RiREC merupakan bagian dari kegiatan yang didanai oleh Kementarian Luar Negeri Finlandia melalui program Energy and Environment Partnership (EEP) with Indonesia.

Nasrullah Salim, Koordinator Nasional EEP Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas pertama yang akan dilakukan oleh RiREC adalah membentuk Pusat Informasi dan Konsultansi Energi Terbarukan tingkat Provinsi Riau.

"Setiap kebijakan energi yang baik mesti berpijak pada data yang kuat sehingga keputusan dapat diambil secara tepat,” jelas Nasrullah. "Riau tidak boleh mengulangi kesalahan sejarah dalam mengembangkan energi, di mana kebijakan diambil tanpa landasan data yang kuat," imbuh Nasrullah.(rls)


 
 
  |

INFORMASI SKPD LAINNYA
 

   
   
   
   

     
Berita Populer
 
Kategori Berita
-Selasa, 01 Apr 2014
 Riau Ajukan Kuota 800 Orang Untuk CPNS
  
-Rabu, 02 Apr 2014
 Pekan Pertama April Harga TBS Sawit Riau Turun
  
-Kamis, 10 Apr 2014
 Golkar Optimis Menang di Riau
  
-Senin, 07 Apr 2014
 Wagubri Lantik Delapan Pejabat Eselon II
  
-Selasa, 01 Apr 2014
 1.357 PNS Pemprov Riau Naik Pangkat
  
-Kamis, 03 Apr 2014
 Legislator Prihatin Nasib Ribuan Guru Bantu Riau
  
 
- Politik dan Pemerintahan
- Olahraga
- Lingkungan Hidup
- Iptek dan Teknologi
- Pendidikan
- Sosial Kemasyarakatan
     

-
-
-
-
-
Lebih Detail
 
 
-
-
-
-
-
Lebih Detail
 

Berita Lainnya
- Senin, 14 Apr 2014
 Guberur Riau Imbau Satker Kurangi Program Tak Penting
- Senin, 14 Apr 2014
 Gubernur Annas Tekankan PNS Tingkatkan Kinerja
- Senin, 14 Apr 2014
 Gubri Annas Pantau UN di Pekanbaru
- Senin, 14 Apr 2014
 30 TPS di Pekanbaru Akan lakukan Pencoblosan Ulang
- Senin, 14 Apr 2014
 Terbuka Peluang Pemuda-Pemudi Riau Mengikuti Program PPAN 2014
- Minggu, 13 Apr 2014
 Besok, Siswa SMA Sederajat Laksanakan Ujian Nasional
- Minggu, 13 Apr 2014
 Pemko Pekanbaru Akan Lelang Parkir Sudirman dan Tambusai
- Minggu, 13 Apr 2014
 Kotak Suara Dijaga Polisi Selama 24 Jam Penuh
Index Berita
Cari Informasi Seputar Riau
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                       
   
WEBSITE PEMERINTAH PROVINSI RIAU @2014
Developed By Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Riau
website stat