close× Telp +62 761 45505
close×

Investasi Industri Bahan Kelapa Menjanjikan

Kamis, 24 Okt 2013 | 3284 kali dilihat

SELATPANJANG: Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki produksi kelapa yang besar sebagai bahan baku industri hulu dan hilir di daerah ini. Selama ini, dengan luas kebun kelapa lebih kurang 30 hektar, Kepulauan Meranti masih menjadi pemasok kelapa bulat ke negara tetangga Malaysia.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, mengatakan, dengan besarnya jumlah produksi kelapa di daerah ini, tentunya cukup menjanjikan bagi pembangunan investasi industri hulu dan hilir berbahan baku kelapa.

Menurutnya, dari potensi perkebunan kelapa tersebut bisa dihasilkan berbagai produk yang dapat dikembangkan sehingga bernilai ekonomis. Di antaranya, gula kelapa yang kini telah mulai dikembangkan oleh petani kelapa.

“Pemkab Kepulauan Meranti komit akan mempermudah calon investor yang akan masuk. Bahkan kita melakukan kebijakan tax holiday atau bebas pajak dalam waktu tertentu bagi para pengusaha baru yang mau berinvestasi di daerah ini,” ujar Irwan.

Sejauh ini, kata Bupati, masyarakat petani kelapa di Kabupaten Kepulauan Meranti belum bisa tersejahterakan. Hal ini dikarenakan rendahnya harga jual kelapa yang diakibatkan oleh permainan para tengkulak yang mengekspor kelapa bulat ke luar negeri.

“Kita prihatin dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, Pemkab terus berupaya mencarikan solusi agar para petani bisa menjual kelapa mereka dengan harga yang layak. Salah satunya, dengan menarik calon investor dan terus mempromosikan potensi kelapa yang dimiliki,” ucapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Pauzi SE, mengaku sepakat dengan rencana Pemkab tersebut. “Memang salah satu solusinya dengan memasukkan investor yang ingin membangun industri hilir dari potensi perkebunan kelapa di Kepulauan Meranti,” katanya.

Sementara itu, untuk solusi dalam jangka pendek, Pauzi mengusulkan agar bisa dibentuk semacam lembaga yang berbadan hukum untuk menampung hasil kebun kelapa para petani. “Bisa dibuat semacam koperasi yang siap membeli kelapa para petani. Dengan begitu harga jual kelapa tidak lagi dimainkan oleh para tengkulak,” ujarnya. (rgi/san)