close× Telp +62 761 45505
close×

Kamsol: Guru Adalah Seorang Pendidik Bukan Pengajar

Senin, 18 Apr 2016 | 1971 kali dilihat

PEKANBARU - Perubahan mainset guru dari sebagai seorang pendidik menjadi seorang pengajar, menyebabkan anak didik saat ini akhlaknya jauh dari bisa menghargai orang.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau Dr H Kamsol dihadapan peserta pelatihan guru Olahraga Sekolah Dasar se Riau, Ahad (17/4) malam.

"Perubahan itu berubah sekitar tahun 80 an, dimana seorang guru sudah mulai mengedepankan atau hanya menganggap tugasnya hanya memberikan pelajaran sesuai dengan kurikulum, lalu tidak memikirkan lagi untuk membuat atau mendorong anak didiknya menjadi pribadi yang percaya diri, pribadi yang patuh dan sopan kepada orang yang lebih tua darinya," kata Kamsol.

Dia menyebut, perubahan akhlak dan moral yang dialami anak didik saat ini tidak hanya terjadi pada sekolah umum, ketika dirinya berkunjung ke suatu pesantren untuk mengikuti acara, perubahan perilaku anak yang sudah tidak berakhlak itu juga dijumpai pada diri seorang satri.

"Ketika itu, sebelum acara saya menunaikan sholat dulu, sebelum sholat wajib, saya melaksanakan sholat sunat, nah pada saat itulah saya menemukan tingkah laku anak yang tidak berakhlak tersebut, mereka berlari didepan saya sholat, dan bahkan ada yang duduk ditempat saya sujud, hingga saat itu saya mendorong sang anak ketika hendak sujud," ujarnya menceritakan.

Hal itulah menurut Kamsol mau tidak mau menjadi tantangan bagi seorang guru untuk bisa mengembalikan anak-anak Indonesia yang berakhlak mulia, berkarakter dan bermoral, mainset guru sebagai seorang pengajar, harus kembali dirumah menjadi guru sebagai seorang pendidik.

Seorang guru, lanjut Kamsol, dituntut tidak hanya bisa memberikan ilmu pengetahuan secara formal seperti yang tertuang dalam buku panduan atau kurikulum yang berlaku, tetapi, yang terpenting adalah bagaimana seorang guru bisa menjadi seseorang yang bisa mendidik anak-anaknya untuk berbuti pekerti, berakhlak mulia dan memiliki karakter.

"Kalau kita menjadikan Guru itu sebagai pekerjaan, dalam artian kita cukup hanya memberikan pelajaran berdasarkan buku panduan, lalu kita mendapatkan imbalan dari itu, maka dunia ini saja yang kita peroleh, akan tetapi bagaimana kita bisa menjadikan ini sebagai bagian untuk mendidik anak, maka Insya Allah, akhirat akan kita dapatkan juga," ungkapnya.

Karena itulah, Dia mengajak agar para guru di Riau ini tidak hanya mengedepankan materi dalam mendidik seorang anak, tetapi yang harus ditanamkan adalah bagaimana bisa membentuk anak-anak Riau yang bermoral, berkarakter dan berakhlak mulia.

"Percaya dan yakin lah, setiap kebaikan yang kita berikan, Allah akan membalasnya, mari kita mulai dari Riau ini, tekad untuk menjadikan profesi kita sebagai seorang guru, yang tidak lagi sebagai seorang pengajar semata, tetapi kita adalah seorang pendidik,"ajaknya.(MC Riau/mad)