PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memperkirakan APBD Riau 2018 masih rendah. Terlebih konsentrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau dan bayar hutang, membuat efesiensi anggaran terus dilakukan. 

Menurut Gubri, untuk agenda Pilgub dan bayar hutang saja diperkirakan sudah menyedot anggaran tidak kurang dari Rp1 triliun. Disisi lain, persoalan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi agenda penting dalam rangka pembangunan.

"Pendapatan 2018 diperkirakan masih rendah, karena kondisi ekonomi blum stabil. Sementara kita banyak membayar hutang. Kemudian ada juga agenda Pemilihan Gubernur," kata Andi Rachman, begitu Gubri biasa disapa, Ahad (12/2/17).

Karena itu tidak ada kata lain, strategi kencangkan ikat pinggang harus dilakukan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau juga diminta membuat program kerja yang lebih menyentuh kepentingan masyarakat. Sementara kegiatan yang sifatnya seminar biasa akan direview sejauh mana efektifitas.

"Karena itu, saya akan juga review kegiatan SKPD. Semuanya harus bersentuhan dengan masyarakat," ungkap Andi.

Karena itu, orang nomor satu di Riau ini juga meminta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Riau harus mau jemput bola. Kreatif menjemput anggaran yang ada di kementerian masing-masing.

"Maka yang saya selau katakan, jangan samapai Kadis atau Kaban yang tak kenal dengan menterinya. Jadi jangan ada lagi pejabat duduk dimeja saja," ujar Andi.(MC Riau/mtr)