PEKANBARU - Riau memiliki beragam potensi pariwisata yang belum tereksplor secara maksimal. Untuk itu, Dinas Pariwisata menjelajahi beberapa potensi destinasi wisata, salah satunya air Terjun Batang Kapas terletak di dataran tinggi Bukit Barisan.      

Berada diwilayah Desa Lubuk Bigau kenegrian Pangkalan Kapas kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar provinsi Riau sengan sejuta pesona alamnya. Air terjun tersebut diperkirakan memiliki ketinggian 150 meter dengan panorama alam yang sangat indah untuk dinikmati.    

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam, air terjun Batang Kapas merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Karena lokasi air terjun tersebut masih dikelilingi hutan perawan dan masih memiliki berbagai macam Flora Fauna yang bisa dijumpa.   

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman beserta jajaranya, berkesempatan mengunjungi air terjun Batang Kapas dengan pesona alamnya. Menurutnya air terjun tersebut tempat yang sangat menakjubkan, mata para pengunjung yang datang akan dimanjakan panorama alam yang sangat Indah.    

Selain itu hamparan pohon-pohon besar dan batu alam yang menjulang tinggi membentang panjang menghiasi air terjun tersebut.

"Air terjun Batang Kapas merupakan anugerah yang diberikan Tuhan sang pencipta alam semesta. Masyarakat Riau harus bersyukur dan bangga karena telah dikaruniakan air terjun Batang Kapas. Bagi wisatawan yang memilki jiwa petualang air terjun Batang Kapas adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi," ujar Fahmizal.    

Untuk mengunjungi air terjun Batang Kapas menggunakan mobil dari Kota Pekanbaru dapat melalui Desa Lipat Kain dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan atau 71 km (Aspal). Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju desa Lubuk Bigau.    

Masih kata Kadis Pariwisata provinsi Riau Fahmizal Usman, setelah mengunjungi air terjun Lubuk Bigau dirinya akan berupaya untuk berkoordinasi dengan Dinas terkait di pemerintah provinsi (Pemprov) Riau. Ini dilakukan agar kondisi ruas jalan menuju Desa Lubuk Bigau dapat ditingkatkan, menurutnya hal ini sangat penting agar wisatawan yang ingin mengunjungi air terjun tersebut dapat menempuh waktu lebih cepat. 

"Asesibilitas menuju lokasi harus ditingkatkan, baik ruas jalan Kabupaten, Provinsi dan Nasional, serta aksesibilitas dari Desa Lubuk Bigau ke air Terjun Batang Kapas yang merupakan masih kawasan hutan. Sehingga konsep pengembangan ekowisata adalah yang paling cocok untuk dilakukan. Dan Amenitas seperti toilet homestay, rumah makan dan lain sebagainya juga akan terus didorong untuk dapat tersedia agar wisatawan mendapat fasilitas memadai," ujarnya.(MC Riau/mz)