PEKANBARU - Lingkungan hidup menjadi fokus perhatian utama bagi pemerintah pusat khususnya Pemerintah Provinsi Riau mengingat tingginya ancaman bencana jika keasriannya terabaikan.

"Begitu pentingnya lingkungan hidup, maka kemudian RiauBook.com bersama Yayasan Komunitas Aksi Lingkungan (Komunal) kemudian mengagendakan kegiatan bertemakan lingkungan dengan judul; Riau Pustaka Lingkungan Dunia," kata Pemimpin Perusahaan RiauBook.com sekaligus Ketua Panitia Riau Pustaka Lingkungan Dunia, Rabu (15//2/2017).

Kegiatan tersebut kata dia, dilaksanakan untuk mengembalikan citra Provinsi Riau di mata nasional maupun internasional setelah lebih 19 tahun kerap 'dihantui' bencana asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan.

Diharapkan, lanjut dia, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat berbagai kalangan tentang pentingnya menjaga keutuhan lingkungan yang asri.

Menurut dia, lingkungan yang tidak terjaga dengan baik berpotensi mendatangkan berbagai bencana yang merugikan masyarakat, seperti banjir, bencana asap dan lainnya.

Kegiatan Riau Pustaka Lingkungan Dunia kata Doni, akan dilaksanakan pada 5 Maret mendatang di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tribuana yang berlokasi di Jalan Dipoenegoro, Pekanbaru.

Rangkainnya, lanjut dia, dimulai pukul 06.00 WIB dengan gerakan jalan sehat bersama Gubernur Riau yang rencananya juga dihadiri Kapolda Riau dan Danrem Wirabima.

Panitia menargetkan kegiatan gerak jalan santai bertema; Jalan Sehat Bersama Gubernur akan diikuti sebanyak lebih 15 ribu orang dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, pegawai negeri dan swasta serta lainnya.

Selain itu, kata Doni, rangkaian Riau Pustaka Lingkungan Dunia juga akan ada pameran lingkungan, dimana tiap stand pameran akan diisi berbagai produk ramah lingkungan dari perkumpulan perajin Dalang Collections, sekkolah-sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, Satgas Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Bencana Asap, TNI/Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Riau, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Riau, perusahaan BUMN/BUMD/swasta dan para pedagang serta perajin rumah tangga.

Untuk hiburan, kata dia, juga ada penampilan grup band lokal serta artis standup comedy, Aci Resty dan pertunjukan kesenian dimana pesertanya mengenakan pakaian hasil daur ulang sampah plastik.


Awal Kebangkitan

Ketua Yayasan Komunal Riau, Soffia Seffen mengatakan, kegiatan Riau Pustaka Lingkungan Dunia juga menjadi awal kebangkitan Komunal untuk menjadi motor penggerak masyarakat cinta lingkungan.

"Kegiatan ini diadakan sebagai upaya menggerakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan lingkungan yang asri," kata dia.

Dalam acara ini, lanjut dia, juga ada edukasi bahwa sampah yang selama ini dibuang hingga kerap menjadi penyebab bencana banjir sebenarnya mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Soffia Seffen yang telah menerima penghargaan lingkungan tertinggi nasional dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo mengatakan, selama ini pihaknya juga telah membentuk bank sampah di tiap kabupaten/kota, termasuk di sekolah-sekolah.

Manfaatnya mmenurut dia, bank sampah menjadi wadah ekonomi bagi masyarakat karena sampah-sampah yang dikumpulkan akan dibeli dan kemudian diolah menjadi produk bermanfaat seperti tas, sandal, alas meja, kantong belanja dan lainnya.

Kegiatan tersebut kata dia, juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru.

Diacara Riau Pustaka Lingkungan Dunia nanti, demikian Soffia, pihaknya juga akan memamerkan produk-produk hasil daur ulang yang memiliki nilai ekonomi, termasuk papan bunga yang dibuat dari plastik bekas.


Didukung Semua Pihak

Sebelumnya panitia penyelenggara Riau Pustaka Lingkungan Dunia juga telah melakukan audiensi ke sejumlah pejabat yang memberikan dukungan penuh atas diselenggarakannya kegiatan penting tersebut.

"Kegiatan ini penting, karena lingkungan erat dengan kepemudaan dan olahraga. Lingkungan yang sehat tentu baik bagi generasi bangsa," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, Doni Aprialdi ditemui beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kadis Pariwisata Riau, Fahmizal mengatakan, kegiatan bertema lingkungan yang akan dilaksanakan RiauBook.com bersama Yayasan Komunal begitu melekat dengan dunia pariwisata.

Kata dia, jika kondisi lingkungan tercemar, seperti bencana asap sebelumnya, maka ini sangat berdampak buruk bagi pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Fahmizal mengatakan, belajar dari tahun-tahun sebelumnya, bencana asap sempat membuat lumpuh transportasi udara, dan ketika hal itu terjadi, tentu tingkat kunjungan wisatawan bakal berkurang drastis.

"Maka kami mendukung penuh kegiatan yang sangat bermanfaat ini," kata Fahmizal.

Kemudian Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Riau, Khasiarudin mengatakan, kegiatan Riau Pustaka Lingkungan Dunia diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bisa bersama-sama menjaga lingkungan yang asri.

"Kedepan harapan kami, kegiatan ini menjadi agenda tahunan," kata dia.

Kapolda Riau, Irjen Zulkarnaen mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan lingkungan yang diselenggarakan sempena HUT RiauBook.com ke 2 pada 5 Maret mendatang.

"Tentu saya sangat mendukung kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya ditemui di ruang kerja di Mapolda Riau.

Kedepan, lanjut dia, Yayasan Komunal dan RiauBook.com diharapkan juga ammbil bagian dalam penanaman pohon mengingat kondisi hutan di Riau yang sudah sangat kritis akibat maraknya pembalakan ilegal.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman lewat pesan elektroniknya turut mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan juga sempena Hari Peduli Sampah Nasional ini.

Dia juga menyatakan kesediaan untuk hadir diacara ini sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup di Riau. (MC Riau/hrd)