PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk melakukan pemulihan kawasan gambut. Hal ini dilakukan, karena kawasan gambut di Riau sudah banyak rusak karena beragam kegiatan yang tidak ramah lingkungan.

"Kawasan gambut memang perlu mendapatkan perhatian. Salah satu faktor utama yang menyebabkan hal tersebut adalah kebakaran lahan dan hutan yang sudah terjadi selama 18 tahun terakhir," tutur Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Riau, Kasiaruddin.

Ia menambahkan, dalam menjawab persoalan tersebut pihaknya fokus mengantisipasi terjadinya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Riau. ''Saat terjadi Karlahut musim di Riau tidak hanya musim kemarau atau musim hujan, tetapi musim asap," tuturnya.

Poin ini menjadi perhatian, karena pengrusakan kawasan gambut memberikan efek negatif bagi lingkungan. Seperti menimbulkan banyak dampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta berpengaruh kepada sektor pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Edward Sanger menyampaikan pihaknya memang memberikan perhatian serius. Seperti untuk 2017 ini Pemprov Riau mengucurkan dana sebesar Rp12 miliar untuk pencegahan Karlahut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Menurutnya, dari anggaran senilai Rp12 miliar tersebut, Rp10 miliar di antaranya digunakan untuk pengadaan alat pemadam kebakaran, sedangkan Rp2 miliar sisanya dialokasikan untuk pencegahan Karlahut baik bentuk pelatihan dan patroli.(MC Riau/mz) ?