PEKANBARU - Sebanyak 3,58 juta penduduk Provinsi Riau atau 57,2 persen dari total jumlah pendudukan Riau telah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Kepsertaan tersebut dibedakan menjadi Kepesertaan Mandiri (Bukan Pekerja dan Pekerja Bukan penerima Upah), Kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU), Kepesertaan Bukan luran (PBI) APBN dan APBD.

"Hingga tahun 2017, dari seluruh kepesertaan BPJS di Provinsi Riau terdapat 1,8 juta atau 52 persen merupakan kepesertaan PBI yang bayarkan iurannya melalui APBN dan APBD Provinsi dan kabupate dan kota se Provinsi Riau," kata peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau, Triono Hadi di Pekanbaru, Jumat (8/9/2017).

Sementara itu, selain BPJS, program lainnya yang diperuntukkan bagi warga miskin di Riau saat ini yaitu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Jamkesda merupakan jaminan kesehatan daerah yang dibiayai melalui dana APBD masing-masing kabupaten dan kota dengan sharing cost dengan APBD Provinsi Riau.

Jamkesda di Riau ada sejak mulai tahun 2010. Berdasarkan data kepesertaan jaminan kesehatan, hingga tahun 2017 kepesertaan Jamkesda terus menurun seiring dengan integrasi jaminan kesehatan ke BPJS dalam bentuk peserta PBI.

"Tahun 2017, dari 12 kabupaten kota se Riau terdapat 350 ribu penduduk yang notabennya miskin dan tidak mampu dijamin kesehatannya melalui Jamkesda," terangnya.(MC Riau/rat)