close× Telp +62 761 45505
close×

Wakil Gubernur Riau Buka Dialog Nilai-nilai Pembauran di Tengah Masyarakat

Sabtu, 16 Okt 2021 | 87 kali dilihat

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution membuka dialog nilai-nilai pembauran masyarakat. Kegiatan ini digelar oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau. Memilih tema Akar Rumput di Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Wagubri dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau mengucapkan selamat atas terselenggaranya forum dialog ini.

Ia berharap dialog ini menghasilkan harapan positif sehingga melahirkan energi. Juga bisa terus mendorong langkah untuk merawat pembauran kebangsaan di tengah kebhinekaan.

"Apresiasi kami juga sampai kepada pengurus FPK Riau yang terus menggelar berbagai kegiatan pembauran kebangsaan," ucap Edy Natar Nasution,  di  Hotel Furaya Pekanbaru, Sabtu (16/10/2021).

Menurutnya, melalui dialog pembauran ini dengan mendatangkan berbagai paguyuban. Hal ini  merupakan bentuk terlaksananya pembauran yang sesungguhnya. Meski berbeda etnis, suku, ras dan agama namun tetap bersatu dalam NKRI.

Bangsa Indonesia dikenal sejak dulu sebagai bangsa yang beraneka ragam baik, suku, etnis, bahasa, ras, dan agama. 

Kemajemukan Bangsa Indonesia dapat dilihat dari gambaran demografi. Bahwa terdapat 726 suku bangsa dan 116 bahasa daerah dan enam agama yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

"Yang bertekad untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa Indonesia," ujar Edy Natar.

Sehingga, kebhinekaan tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Di masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang.

Namun, Bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal. 

Hal ini disebabkan oleh berbagai latar belakang, permasalahan baik ras, suku, budaya, dan agama yang dapat mengancam integritas nasional.

Oleh karena itu, ungkap Edy Natar, dalam rangka menjaga, memelihara keutuhan persatuan, dan kesatuan bangsa agar tetap tegaknya kedaulatan NKRI diperlukan adanya komitmen seluruh bangsa. Juga upaya upaya meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Salah satu upaya itu adalah dialog  - dialog dan pertemuan  - pertemuan yang diadakan seperti yang kita lakukan pada hari ini. Semoga dialog ini mendorong komitmen kita dalam merawat pembauran kebangsaan di tengah kebhinekaan," harapnya.



(Mediacenter Riau/dw)