close× Telp +62 761 45505
close×

Pelayanan Ortopedi RSUD Arifin Achmad Riau Selevel Luar Negeri

Jum'at, 05 Agu 2022 | 35 kali dilihat

PEKANBARU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Riau terus berinovasi agar rumah sakit pemerintah daerah Riau bisa memberi pelayanan setara dengan rumah sakit di luar. 

Misalnya saja untuk pelayanan bedah panggul dan lutut, pelayanan RSUD Arifin Achmad Riau untuk penyakit itu tidak kalah dengan rumah sakit di Jakarta maupun di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. 

"Untuk pelayanan bedah panggul dan lutut  di RSUD Arifin Achmad Riau sudah cukup baik. Dimana kita bisa melakukan tindakan tindakan yang sifatnya non operatif (operasi) dan operatif," kata Dokter Spesialis Ortopedi RSUD Arifin Achmad Riau, dr Muhammad Ihsan Sp.OT (K) Hip & Knee. 

Dia menjelaskan, bedah panggul dan lutut tersebut salah satu cabang spesialis Ortopedi (bedah tulang). Jenis-jenis kasus pada bedah panggul dan lutut ini meliputi, masalah panggul dan lutut yang disebabkan trauma (kecelakaan), degeneratif (proses penuaan), dan cidera olahraga. 

"Tiga masalah itu yang utama. Tapi masalah panggul dan lutut ini bisa disebabkan masalah kronis yang melibatkan panggul dan lutut, sehingga terjadi gangguan fungsi pada panggul dan lutut. Namun kita tetap bisa menyembuhkan penyakit tersebut seperti rematik dan lainnya," terangnya. 

Adapun tindakan bedah panggul dan lutut yang dilakukan di RSUD Arifin Achmad Riau, meliputi tindakan yang sifatnya non operatif (operasi) dan operatif. 

"Tindakan non operatif itu meliputi pemberian obat-obatan, fisioterapi (latihan), atau edukasi pasien menurunkan berat badan. Tindakan operarif, tentu menggunakan intervensi bedah, dan menggunakan implan," sebutnya. 

"Yang paling populer di negara tetangga Malaka, Malaysia. Banyak masyarakat kita pergi ke Malaka untuk ganti sendi panggul dan sendi lutut. Alhamdulillah di RSUD Arifin Achmad bisa kita lakukan tindakan itu. Artinya segala penyakit yang melibatkan sendi panggul dan lutut yang memerlukan tindakan pemasangan sendi palsu (implan), itu bisa dilakukan disini. Karena kita sudah memiliki fasilitas itu," ungkapnya.

Kemudian untuk penyakit panggul dan lutut karena cidera olahraga, misalnya olahraga bola kakinya cidera karena ada urat lututnya putus.

"Jadi urat yang putus itu bisa kita lakukan rekontruksi dengan menggunakan alat Atroskopi. Alat ini juga yang sedang populer di Jakarta, Malaysia dan Singapura. Dimana yang dulu mereka tidak terlalu agresif mengobati cidera lutut ini, sekarang sudah agresif agar fungsi lutut lebih maksimal. Dengan operasi rekontruksi, dengan menggunakan alat bedah invasif, sehingga lukanya tidak besar dan hanya beberapa centi saja. Dengan mengunakan teknis Atroskopi," jelasnya. 

Untuk fasilitas bedah panggul dan lutut sendiri, lanjut dr Ihsan, RSUD Arifin Achmad Riau sudah sangat lengkap. Termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) juga sudah lengkap. 

"Peralatan kita sudah lengkap. Bahkan sekelas Rumah Sakit Umum Daerah, setahu saya bisa disetarakan dengan rumah sakit swasta. Artinya fasilitas kita sudah bagus, dan setara dengan center-center lain di Jakarta, Semarang, Bandung, dan Surabaya," bebernya. 

"Untuk SDM saya tidak sendiri, tapi dibantu tim psikoterapi. Kemudian kalau ada penyakit lain kita juga sudah ada dokter penyakit dalam. Di mana biasanya pasien yang ganti sendi lutut itu rata-rata orang tua. Sehingga kita tidak bisa langsung lakukan tindakan operasi. Tapi kita harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis penyakit dalam, jantung dan lainnya. Karena itu salah satu tim sebelum melakukan tindakan," terangnya. 

Disamping itu, dr Ihsan menyatakan  rata-rata pasien yang telah dilakukan tindakan merasa terbantu, karena selama ini kebanyakan pasien mengeluhkan nyeri dan sudah mobilisasi karena penyakitnya. 

"Tapi setelah kita lakukan tindakan, pasien merasa terbantu. Sebab sebelum dilakukan tindakan pasien lebih banyak terbaring, namun setelah dilakukan tindakan sudah bisa jalan. Itu untuk pasien yang tua. Sedangkan pasien yang muda, misalnya cedera olahraga cukup banyak. Setelah kita tangani respon mereka cukup baik," jelasnya. 

Selain itu, dr Ihsan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menganggap orang tua menderita penyakit panggul dan lutut hal yang biasa. 

"Kadang ada tradisi di masyarakat kita itu kalau orang tua sakit panggul dan lututnya itu diminta untuk bersabar menerima kenyataan, karena sudah tua. Sebetulnya anggapan itu sangat salah, justru orang tua itu harus bebas nyeri dan rasa sakit. Karena diusia tua seharusnya tidak menderita," ungkapnya. 



(Mediacenter Riau/ms)