close× Telp +62 761 45505
close×

Industri, Perdagangan, Lembaga Keuangan, Koperasi, Usaha Dan Investasi

Kamis, 03 Okt 2019

INDUSTRI, PERDAGANGAN, LEMBAGA KEUANGAN, KOPERASI, USAHA DAN INVESTASI

Perbankan Daerah

a. Bank Konvensional

Kantor pusat merupakan tempat dimana semua kegiatan perencanaan sampai dengan pengawasan dilaksanakan. Setiap bank memiliki satu kantor pusat dan kantor pusat tidak dapat melakukan kegiatan operasional sebagaimana kantor bank lainnya, akan tetapi mengendalikan jalannya kebijaksanaan kantor pusat terhadap cabang-cabangnya. Pada tabel berikut dapat dilihat bahwa jumlah bank (kantor pusat) yang beroperasi dengan status kepemilikan dan kegiatan usaha di Provinsi Riau dari tahun 2016 s/d 2018 baik pada bank devisa maupun pada bank non devisa yang mencakup Bank Pemerintahan, Bank Pemerintahan Daerah, Bank Swasta Nasional dan Bank Asing dan Campuran tidak ada mengalami penambahan jumlah ataupun pembangunan kantor pusat yang baru dan masih tetap sama.

Tabel Jumlah Bank dan Jumlah Kantor Bank Konvensional Provinsi Riau Tahun 2016 s/d 2018


Sama halnya jumlah bank (kantor pusat), jumlah kantor cabang yang beroperasi juga tidak ada penambahan ataupun pengurangan dari tahun 2016 s/d 2018, pada Bank Devisa masih tetap sama berjumlah 462 dan Bank Non Devisa berjumlah total 143 kantor cabang.

b. Perbankan Syariah

Pertumbuhan jumlah Bank Syariah yang beroperasi sendiri bisa dikatakan tidak ada perubahan yang signifikan dengan jumlah bank dan jumlah kantor yang masih sedikit yaitu dibawah 100, hal itu bisa dilihat pada tabel, dimana jumlah kantor pada Bank Umum adalah 75 pada rentang waktu tahun 2016 s/d 2018.

 

c. Perkembangan Bank Pengkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah lembaga keuanganbankyang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Pada provinsi riau sendiri berdasarkan status kepemilikan dan kegiatan usaha, jumlah bank dan jumlah kantor yang beroperasi disini terdapat pengurangan yaitu pada tahun 2016 jumlah kantor BPR yang semula 60 menjadi 43 kantor di tahun 2017.


Industri Manufaktur

a. Industri Manufaktur Besar dan Sedang

sumber : berita resmi statistik BPS Riau

Produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan I tahun 2019 Provinsi Riau jika dibandingkan dengan triwulan IV 2018 mengalami penurunan 13,67 persen (qtq). secara umum dipengaruhi oleh Penurunan industri bahan kimia sebesar 7,28 persen; industri kertas turun sebesar 20,25 persen;  Industri makanan turun sebesar 13 persen; namun terjadi pertumbuhan positif pada Industri karet sebesar 48,03 persen  

Secara tahunan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan I tahun 2019 dibandingkan dengan Triwulan 1 tahun 2018 di Provinsi Riau juga mengalami penurunan 10,19 persen (yoy). secara umum dipengaruhi oleh Penurunan industri bahan kimia sebesar 13 persen; industri kertas naik sebesar 0,78 persen;  Industri makanan turun sebesar 10,93 persen; dan industri karet naik sebesar 8,2 persen. .

b. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan I tahun 2019 dibandingkan dengan Triwulan IV 2018 mengalami  peningkatan sebesar 2,81 persen (qtq) sedangkan Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan I tahun 2019 dibandingkan dengan Triwulan 1 2018 mengalami  peningkatan sebesar 19,92 persen (yty

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil secara tahunan hingga tiwulan IV tahun 2016 terhadap triwulan IV tahun 2015 juga mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,61 persen (yoy). Jenis industri yang menyumbang pertumbuhan paling besar yaitu industri pengolahan lainnya sebesar 23,51 persen.  

Perdagangan

a. Ekspor

Nilai ekspor Riau Agustus 2019 sebesar US$ 1.01 miliar,mengalami penurunan 16,05 persen dibanding ekspor Juli2019. Demikian juga ekspor non migas Agustus 2019 yangsebesar US$ 962.39 juta, mengalami penurunan 3,97 persenjika dibandingkan dengan ekspor non migas Juli 2019.Kontribusi seluruh ekspor Riau terhadap nasional sebesar 7,06persen.

Image title


b. Impor

Nilai impor Riau Agustus 2019 sebesar US$ 89.95 juta,mengalami penurunan sebesar 40,95 persen dibandingimpor Juli 2019. Demikian juga impor non migas Agustus2019 sebesar US$ 83.11 juta, mengalami penurunan sebesar30,80 persen dibanding impor non migas Juli 2019. Kontribusiseluruh impor Riau terhadap nasional sebesar 0,63 persen.

Image title


c. Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan atau neraca ekspor-impor adalah perbedaan antara nilai ekspor dan impor suatu negara pada periode tertentu, diukur menggunakan mata uang yang berlaku. Neraca positif artinya terjadi surplus perdagangan jika nilai ekspor lebih tinggi dari impor, dan sebaliknya untuk neraca negatif.Neraca Perdagangan Provinsi Riau cendrung merupakan neraca posistif dimana nilai ekspor lebih besar dibanding impor atau terjadi surplus perdagangan.

Neraca perdagangan Provinsi Riau Pada triwulan I tahun 2019 mengalami surplus sebesar US$2,53 Milyar. nilai ekspor pada triwulan I tahun 2019 sebesar  US$ 2.883,86 juta, sedangkan nilai impor sebesar  US$ 350,62 juta. (sumber : berita resmi statistik BPS)                                                                                                                          

Koperasi

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomirakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Pada tahun 2018, jumlah koperasi terjadi penurunan sebesar 2,39 persen dimana pada tahun 2018 terdapat 4.942 terdiri dari 2.725 koperasi aktif dan 2.217 koperasi tidak aktif dengan jumlah anggota sebesar 290.843 orang. sedangkan pada tahun 2017 terdapat 5.063 koperasi yang terdiri dari 2.967 koperasi aktif 2.096 koperasi tidak aktif dengan jumlah anggota 285.358 orang.(sumber : Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau)









Lainnya Industri, Perdagangan, Lembaga Keuangan, Koperasi dan Investasi Berita