INDUSTRI, PERDAGANGAN, LEMBAGA KEUANGAN, KOPERASI, USAHA DAN INVESTASI

Perbankan Daerah

a. Bank Konvensional

Kantor pusat merupakan tempat dimana semua kegiatan perencanaan sampai dengan pengawasan dilaksanakan. Setiap bank memiliki satu kantor pusat dan kantor pusat tidak dapat melakukan kegiatan operasional sebagaimana kantor bank lainnya, akan tetapi mengendalikan jalannya kebijaksanaan kantor pusat terhadap cabang-cabangnya. Pada tabel berikut dapat dilihat bahwa jumlah bank (kantor pusat) yang beroperasi dengan status kepemilikan dan kegiatan usaha di Provinsi Riau dari tahun 2013 s/d 2015 baik pada bank devisa  maupun pada bank non devisa yang mencakup Bank Pemerintahan, Bank Pemerintahan Daerah, Bank Swasta Nasional dan Bank Asing dan Campuran tidak ada mengalami penambahan jumlah ataupun pembangunan kantor pusat yang baru dan masih tetap sama.

Image title

Sama halnya jumlah bank (kantor pusat), jumlah kantor cabang yang beroperasi juga tidak ada penambahan ataupun pengurangan dari tahun 2013 s/d 2015, pada Bank Devisa  masih tetap sama berjumlah 1.529 dan Bank Non Devisa berjumlah total 286 kantor cabang.

b. Perbankan Syariah

Pertumbuhan jumlah Bank Syariah yang beroperasi sendiri bisa dikatakan tidak ada perubahan yang signifikan dengan jumlah bank dan jumlah kantor yang masih sedikit yaitu dibawah 100, hal itu bisa dilihat pada tabel, dimana hanya ada peningkatan jumlah kantor pada Bank Umum dengan peningkatan sebanyak 2 kantor dari 73 menjadi 75 jumlah kantor pada rentang waktu tahun 2013 s/d 2015.

Image title

c. Perkembangan Bank Pengkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat(BPR) adalah lembaga keuanganbankyang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usahaBPR. Pada provinsi riau sendiri berdasarkan status kepemilikan dan kegiatan usaha, jumlah bank dan jumlah kantor yang beroperasi disini masih tetap sama dari tahun 2013 s/d 2016 yaitu masing – masing pada jumlah bank bertotal 33 bank dan pada jumlah kantor bertotal 60 kantor.

Image title

Industri Manufaktur

a. Industri Manufaktur Besar dan Sedang

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan IV tahun 2016 di Provinsi Riau jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 5,35 persen (qtq). Pertumbuhan ini secara umum dipengaruhi oleh pertumbuhan pada industri karet, barang dari karet dan plastik juga tumbuh sebesar 16,82 persen; diikuti industri makanan yang tumbuh sebesar 12,27 persen; dan Industri kertas dan barang dari kertas sebesar 6,85 persen. 

Image title

Secara tahunan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan IV tahun 2016 di Provinsi Riau juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,40 persen (yoy). Pertumbuhan ini bersumber dari pertumbuhan pada  produksi industri karet, barang dari karet dan plastik yang menyumbang pertumbuhan sebesar 21,80 persen dan industri makanan yang menyumbang pertumbuhan sebesar 21,16 persen.

Image title


b. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan IV tahun 2016 mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,76 persen (qtq) jika dibandingkan dengan triwulan III tahun 2016. Peningkatan produksi industri manufaktur mikro dan kecil ini utamanya disumbang oleh pertumbuhan produksi pada industri makanan sebesar 10,13 persen.

Image title

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil secara tahunan hingga tiwulan IV tahun 2016 terhadap triwulan IV tahun 2015 juga mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,61 persen (yoy). Jenis industri yang menyumbang pertumbuhan paling besar yaitu industri pengolahan lainnya sebesar 23,51 persen.  

Image title

Perdagangan

Pada tahun 2015, total nilai perdagangan Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 17,37 persen jika dibandingkan tahun 2014. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya perdagangan migas sebesar US$1.701,27 juta atau 30,91 persen dan non-migas sebesar US$1.564,62 juta atau 11,61 persen.

Image title

Pada tahun 2016, nilai perdagangan Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar US$678,05 juta atau 4,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya nilai perdagangan migas sebesar US$1.089,61 juta atau 28,66 persen mekipun nilai perdagangan non-migas tumbuh sebesar US$381,56 juta atau 3,2 persen.

a. Ekspor

Nilai ekspor Riau tahun 2015 berdasarkan harga Free On Board (FOB) mengalami penurunan sebesar US$ 2.920,12 juta atau 16,92 persen dibandingkan tahun 2014. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya nilai ekspor migas sebesar US$1.673,54 juta atau 32,16 persen, dan non-migas naik sebesar US$ 1.216,58 juta atau 10,09 persen.

Image title

Selain itu, selama tahun 2016 nilai ekspor Riau mengalami penurunan sebesar US$ 636,83 juta atau 4,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya nilai ekspor migas sebesar US$1.052,23 juta atau 29,8 persen meskipun ekspor non-migas tumbuh sebesar US$385,39 juta atau 3,56 persen. penurunan ekspor migas ini disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 31,04 persen dan hasil minyak sebesar 14,30 persen.

b. Impor

Nilai impor Riau tahun 2015 berdasarkan harga Free On Board (FOB) mengalami penurunan sebesar US$375,77juta atau 21,89 persen dibandingkan tahun 2014. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya nilai impor migas sebesar US$27,73 juta atau 9,27 persen dan non-migas sebesar US$ 348,04 juta atau 24,55 persen.

Image title

Selain itu, selama tahun 2016 nilai impor Riau mengalami penurunan sebesar US$41,21 juta atau 3,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya nilai impor migas sebesar US$ 37,38 juta atau 13,77 persen dan non-migas sebesar US$3,83 juta atau 0,36 persen. Penurunan nilai impor ini disebabkan oleh menurunnya impor migas dan impor non-migas masing-masing sebesar 13,77 persen dan 0,08 persen.

c. Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan atau neraca ekspor-impor adalah perbedaan antara nilai ekspor dan impor suatu negara pada periode tertentu, diukur menggunakan mata uang yang berlaku. Neraca positif artinya terjadi surplus perdagangan jika nilai ekspor lebih tinggi dari impor, dan sebaliknya untuk neraca negatif.Neraca Perdagangan Provinsi Riau cendrung merupakan neraca posistif dimana nilai ekspor lebih besar dibanding impor atau terjadi surplus perdagangan.

Image title Neraca perdagangan tahun 2015 mengalami defisit sebesar US$2.544,35 juta atau 16,37 persen dibandingkan tahun 2014. Hal ini disebabkan oleh adanya defisit pada perdagangan migas sebesar US$1.645,81 juta atau 33,55 persen non-migas sebesar US$868,55 juta atau 8,16 persen. Selain itu, selama tahun 2016 neraca perdagangan Provinsi Riau juga mengalami defisit sebesar US$595,62 juta atau 4,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh defisit pada perdagangan migas sebesar US$1.014,85 juta atau 31,14 persen meskipun terjadi surplus non-migas sebesar US$389,22 juta atau 3,98 persen.                                                                                                                           

Koperasi

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomirakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Image title

Pada tahun 2015, jumlah koperasi primer meningkat sebesar 192 unit dan KUD sebanyak 11 unit. Aka tetapi, jumah koperasi aktif mengaami penurunan sebesar 43 unit sehingga meningkatkan jumlah koperasi tidak aktif hingga 2.143 unit dari 1.899 unit pada tahun 2014. Bertambanya jumlah koperasi yang tidak aktif menjadi salah satu hal yang menyebabkan menurunnya jumlah anggota koperasi sebanyak 4.310 orang.