close× Telp +62 761 45505
close×

Index Berita

Mantul! Destinasi Ekowisata Mangrove Di Desa Bokor Riau Di Serbu Turis

Politik dan PemerintahanShort url: https://www.riau.go.id/s-5202
Kamis, 01 Jan 1970

PEKANBARU KAMIS, 30 JANUARI 2020

Desa  Bokor di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, memiliki kawasan hutan bakau atau mangrove yang masih hijau memesona. Puluhan pelancong pada Selasa (28/1/2020) berbondong - bondong mendatangi destinasi ini.

Rombongan  pelancong ini adalah tim Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Thailand Malaysia dan Jakarta, yang pernah dibentuk oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2019 lalu. Kedatangan mereka  difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Riau, demi membantu promosi dan  marketing pariwisata di Riau.

Setibanya  di lokasi, puluhan kera ekor panjang melompat-lompat bergelayutan memijak ranting pohon bakau, menyambut kedatangan wisatawan ketika memasuki di pintu gerbang. Suaranya memekik keras saling bersautan  sambil mendekati tamu yang datang.

Melihat  kondisi seperti ini, rasa khawatir menghampiri sebagian para pelancong.  "Jangan takut kera-kera disini tidak ganas. Tapi tolong perhatikan dan  jaga baik-baik barang-barang yang dibawa," ucap ketua kelompok Sadar  Wisata Bathin Galang, Desa Bokor, Sopandi, ketika mendampingi  wisatawan, Selasa (27/1/2020).

Berjalan  melintasi hutan mangrove dilanjutkan. Rombongan menelusuri kawasan itu  berjalan kaki diatas joging trek yang dibuat menggunakan kayu meranti sepanjang 360 meter. Membelah rimbunnya pepohonan menuju menara pandang.

Setibanya  di menara pandang, hamparan luas hutan bakau itu semakin menghijaukan  mata. Hadir pula beberapa burung punai dan elang, terbang melintas  seakan turut menyambut tamu datang. Suasana seperti ini sangat jarang ada di kota besar seperti Kuala Lumpur dan Jakarta.

Ketua  kelompok Sadar Wisata Bathin Galang,  Sopandi kepada pelancong mengungkapkan, kawasan hutan bakau di objek wisata itu luasnya sekitar  10 hektar. Menara pandang dan joging trek di tempat itu dibangun  menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi  Kreatif pada tahun 2019 lalu.

"Luas  hutan bakau di Desa Bokor seluruhnya 390 hektar. Kalau di kawasan ekowisata mangrove ini hanya 10 hektar. Tinggi menara pandangnya 9  meter. Suasana asri Lokasi ini termasuk tempat favorit para pelancong  ketika berkunjung ke Bokor," katanya.

Setelah  puas mengunjungi kawasan wisata mangrove rombongan wisatawan menuju ke  perkampungan warga. Pemandangan rumah warga dengan arsitektur khas  Melayu menjadi ciri khas di Desa ini. Senyum sapa para penduduk sangat ramah menyambut tamu yang datang ketika saling berpapasan di jalan.

Wisatawan  dari Malaysia, Zarnizar ketika diwawancari mengatakan, ia sangat senang  ketika mengunjungi Desa wisata itu. Menurutnya, air sungai di Bokor terlihat bersih tanpa ada sampah terapung. 

"Ruang-ruang  untuk berehat dan toilet turut disediakan mengikut standard international. Segar sekali udara di Hutan Mangrove tersebut. Papan  information juga bnyak terdapat disana , Itu mempercepat proses  mendapatkan info," kata Zarnizar. 

"Mayoritas  warga di Desa Bokor sangat sopan dan santun, cara berbicara mereka mirip dengan orang melayu Malaysia. Masakan yang di hidangkan pun enak seperti cita rasa yg ada di Malaysia," ujarnya. 

Desa  wisata Bokor memiliki 4 dusun yaitu Dusun durian, Dusun cempedak, Dusun manggis dan Dusun kelapa. Lokasinya berada di tepi sungai Bokor yang  mengalir dari tengah Pulau Rangsang menuju Selat Hitam.

Untuk  menuju ke Desa Bokor para pelancong bisa melalui Kota Batam atau Pekanbaru menuju Ibukota Kabupaten Meranti, Selat Panjang. Selanjutnya melanjutkan perjalanan sekitar 40 menit dengan menggunakan kapal kayu bermotor, kapasitas sekitar 30 orang penumpang.

Di  Desa ini, selain bisa mengunjungi ekowisata bakau dan jelajah kampung,  para pelancong juga bisa menjajal wisata lainya seperti, telusur sungai  bokot, wisata melihat kunang-kunang pada malam hari, memancing ikan  sambil mencari kerang dan menjala udang.

Kemudian  ada juga atraksi lari di atas tual sagu, permainan gasing, mencicipi kuliner lokal dan melihat hasil kerajinan tangan warga Desa. Pada bulan  Juli 2020 akan datang, Desa Bokor akan menggelar agenda wisata 'Pesta  Sungai Bokor'. Berbagai atraksi pertunjukan bakal digelar pada iven  ini. 

Baca Juga : Begini Tanggapan Traveler Malaysia Tentang Iven Perang Air di Riau


------------------------------

Ikuti Official Account Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

Instagram : Pariwisata.Riau | GenPi.Riau

Youtube : youtube.com/c/PARIWISATARIAU

Twitter : @Disparriau

Path : Pariwisatariau

Facebook : Pariwisata Riau

Website  : pariwisata.riau.go.id