close× Telp +62 761 45505
close×

KEN 2022 Melecut Ekonomi Kreatif Riau

Sabtu, 05 Mar 2022 | 894 kali dilihat

PEKANBARU - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan tiga agenda pariwisata di Riau pada program Kharisma Event Nusantara tahun 2022. Tiga event di Riau adalah Bandar Serai Festival, Kenduri Riau, dan Pacu Jalur. 

Kemenparekraf menilai bahwa tiga event tersebut memiliki kriteria unik, berkelanjutan, dan bisa menjadi sektor unggulan pariwisata di daerah. 

Bandar Serai Festival bakal digelar di Pekanbaru (Juni 2022), Kenduri Riau akan dilaksanakan di Pekanbaru (Juli 2022), dan Festival Pacu Jalur di Taluk Kuantan, Kuansing (Agustus 2022).

Kharisma Event Nusantara atau yang lebih dikenal dengan sebutan (KEN) merupakan strategi kolaborasi Kemenparekraf dengan pemerintah daerah melalui penyelenggaraan event berkualitas.

Pada tahun 2022 ini, Kemenparekraf menerima 319 usulan event dari 34 provinsi. Jumlah ini meningkat 17 event dibandingkan tahun 2021 sebanyak 302 usulan event. Kemudian, usulan event ini dikurasi pada tahap I dan tahap II. 

Lalu, diperoleh 171 event yang layak untuk presentasi di depan para kurator. Dan pada akhirnya, terpilih 110 Kharisma Event Nusantara 2022 yang terdiri dari Top 10 KEN dan 100 Event KEN 2022 dari 34 provinsi di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat mengatakan, KEN 2022 yang disusun oleh Kemenparekraf merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo. 

Kurator KEN 2022 telah melakukan kurasi dengan memerhatikan faktor kualitas dibandingkan kuantitas. Program ini diharap bisa membantu menggerakkan perekonomian nasional yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. 

"KEN 2022 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif. Gubernur Riau, Pak Syamsuar, minta pelaksanaan tiga event ini supaya melibatkan pelaku pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif. Didukung oleh pemerintah, serta pihak BUMD, BUMN dan swasta," ujar Roni Rakhmat, Sabtu (5/3/2022) di Pekanbaru. 

"Tahun ini kita harus bisa bangkit, meski dengan keterbatasan. Tiga event ini diharapkan mampu menjadi leading sector pariwisata daerah. Sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," tandas Roni. 

Tiga event pariwisata di Riau tersebut, nantinya juga bakal digelar secara hybrid dengan penerapan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) dan tetap berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 dan aparat setempat. 

Musisi yang juga Pelaku Ekonomi Kreatif Nasional, Rino Dezapaty, sumeringah menanggapi hal ini. Ia mengatakan, program KEN 2022 kemenparekraf sangat berbanding lurus dengan niat dan keinginan para seniman dan kreator yang berbasis pada aspek ekonomi kreatif. 

Menurut Rino, untuk keluar dari zona ketidaknyamanan di era pandemi COVID-19 bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Butuh kesadaran kolektif serta Ikhlas bagi siapapun.

"KEN 2022 jadi pemicu, bahkan mampu membuka 'kotak pandora' segala ide dan gagasan yang selama ini belum teraktualisasikan (Think Out Of The Box)," tukas kurator Bandar Serai Festival itu. 

"Junjung hormat pada Menparekraf, bang Sandiaga Uno beserta para kurator yang telah memberi laluan dan peluang kami Begawai Institute yang didukung Dinas Pariwisata Riau provinsi Riau untuk 'meluahkan' gagasan kami dalam event Bandar Serai Festival dengan tema Art For Healing. Salam Budaya," imbuhnya. 

Sementara, Festival Director BSF, Bennie Riaw berujar, bahwa apapun bentuk imbauan ataupun lecutan yang berbau kreatifitas pasti seperti gayung bersambut. Zona ketidaknyamanan di masa pandemi COVID-19 yang melanda seantero dunia terkhusus di Indonesia, hampir meluluhlantakkan semua sendi kehidupan, tak pelak lagi bagi seniman para kreator dan para pelaku ekonomi kreatif. 

"Semua berdampak. Namun, cara mengatasinya saja yang mungkin berbeda. Kehidupan tetap berjalan dan sejalan dengan pola fikir para kreator dalam aktifitas berkreasi melahirkan gagasan serta ide ide yang senantiasa mengedepankan inovasi terhadap perubahan zaman," katanya. 

"Lahirnya gagasan event Bandar Serai Festival berangkat dari zona ketidaknyamanan yang sama. Terbukanya kotak 'pandora' zona ketidaknyamanan ini menjadi ruang zona Ikhlas untuk dialog dan diskusi guna mewujudkan gagasan untuk kepentingan bersama," ucap Bennie. 



(Mediacenter Riau/jep)