close× Telp +62 761 45505
close×

Banjir Di Batang Peranap Dan Peranap Surut, Sengkilo Makin Parah

Senin, 15 Feb 2016 | 1540 kali dilihat

RENGAT - Setelah sebelumnya (Rabu (11/2) banjir terus naik di dua kecamatan yakni Batang Peranap dan Peranap dan mengakibatkan 9 desa di dua kecamatan tersebut terendam, bahkan tiga desa terisolir karena tidak bisa lagi dijangkau akibat genangan air yang cukup tinggi, namun akhir minggu ini, banjir di dua kecamatan ini mulai surut.

"Hari ini air sudah surut, karena memang banjir di Taluk Kuantan yang merupakan hulu sungai, air juga sudah turun. Namun beberapa akses jalan masih belum bisa dilalui dan warga sudah kembali lagi ke rumah mereka kembali, ungkap camat Batang Peranap Suhadi.

Hal serupa juga diungkapkan camat Peranap Aswarno."Alhamdulillah air sudah surut di enam desa yang sebelumnya terendam. Meskipun masih ada sekolah yang masih diliburkan, ungkapnya.

Meskipun di daerah Batang Peranap dan Peranap air sudah mulai surut, namun berdampak terhadap daerah yang berada di Hilirnya yang harus merasakan hal yang sama yakni Rakit Kulim dan Kelayang.

Kades Sengkilo kecamatan Kelayang, Jon Hefni mengungkapkan di daerahnya sudah ada beberapa rumah yang sudah terendam."Hari ini lebih parah dari hari sebelumnya, empat titik jalan utama desa sudah sulit untuk dilalui dengen ketinggian air sampai pinggang orang dewasa, jelasnya.

Selain itu dikatakan Jon, untuk fasilitas umum hanya SMP 5 Kelayang yang sudah tergenang air sehingga siswa tidak bisa menjalankan aktifitas belajar mengajar.Kondisi tersebut  juga diakui camat Kelayang, Umar SSos."Beberapa desa yang sebelumnya masih belum terendam, sudah mulai tergenang, ucapnya.

Desa tersebut disebutkan camat diantaranya Sengkilo, Koto Medan, Pasir Beringin, Kuantan Tenang, Dusun Tua dan Dusun Tua Pelang.Dikatakan Camat, Sengkilo, Dusun Tua dan Dusun Tua Pelang merupakan pusat-pusat perekonomian masyarakat untuk kecamatan Kelayang seperti sawah, kebun dan ladang yang terbesar di kecamatan.

Sementara saat ini seluruh lahan pertanian di tiga desa tersebut sudah terendam sehingga bisa dikatakan perekonomian Kelayang saat ini lumpuh."Permasalahan ini sudah kami laporkan ke pihak Kabupaten, baik ke Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) maupun ke dinas sosial, tambahnya.(MC Riau/ana)