close× Telp +62 761 45505
close×

Siaga I Demo 4 November,Gubri, Forkopimda Gelar Rapat Bersama Ormas Islam

Kamis, 03 Nov 2016 | 11463 kali dilihat

PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau serta tokoh Umat Islam gelar rapat membahas aksi demo terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama (Ahok) yang akan digelar besar-besaran pada 4 November nanti.

Hadir langsung , Kapolda Riau Brigjend Pol Zulkarnain, Danrem 031/WB diwakili Kasrem Kol CZI I Nyoman Parwata, Kajati Riau, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekanbaru Edwar Sanger, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI) Riau Zulhusni Domo, Kepala Kesbangpol Riau Fairuzel Gazali, Kasatpol Riau Zainal Z serta berbagai undangan lainnya.

Tujuan pertemuan ini agar masyarakat Islam dan seluruh elemen masyarakat Riau dapat menjaga ketentraman keamanan dan jangan mudah terpecah belah terkait aksi besar besaran di Jakarta mau pun ditingkat lokal. Gubernur Riau meminta seluruh elemen umat Islam Riau diharapkan melakukan aksi tanggal 4 november dengan tertib.

Jangan melakukan aksi yang anarkis apalagi merusak fasilitas umum dan swasta. Rapat yang digelar ruang rapat di kedimannya Jalan Sisingamingaraja berlangsung tertutup. 

"Saya berharap khususnya umat Islam di Riau kiranya dalam melakukan demo itu nantinya dilakukan dengan tertib dan aman. Jangan sampai merusak sarana publik," kata Andi Rachman (sapaan akrab Gubri), Rabu (2/11/16).

Andi Rachman sempat karena harus meminta izin pada peserta rapat untuk menghadiri rapat paripurna pembahasan Raperda tentang pembentukan susunan dan perangkat daerah provinsi riau dan pendapat akhir kepala daerah di DPRD Riau.

Sementara Kapolda Riau pada pertemuan ini mengatakan, sudah ada beberapa Ormas yang mengajukan permohonan aksi unjuk rasa pada tanggal 4 November di Riau. Menurutnya, aksi solidaritas umat Islam tersebut kepolisian tidak melarang aksi di Riau namun aksi ini harus santun tidak anarkis apalgi menggangu ketertiban polri dan tni akan ambil tindakan tegas. (MC Riau/mtr)