INFRASTRUKTUR

Infrastruktur merupakan unsur utama dalam pembangunan. Ketersediaan infrastruktur dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sumberdaya sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi dan pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hampir dalam semua aktifitas masyarakat dan pemerintah, keberadaan infrastruktur merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan sudah menjadi kebutuhan dasar. Oleh karena itu, pemerintah Provinsi Riau bersama dengan beberapa instansi terkait terus berupaya untuk melaksanakan pembangunan infrastrutur ini agar kedepannya Provinsi Riau dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses komunikasi, transportasi, listrik, air, serta sarana perumahan dan lain-lain.

Pariwisata, Pos, Telekomunkasi, dan Informatika

Pariwisata Provinsi Riau memang merupakan salah satu potensi yang diunggulkan yang terkenal dengan keunikan dan pesona alam yang indah sebagai daya tarik bagi para wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Riau. Tidak hanya keindahan alam saja yang menjadi daya Tarik objek wisata, situs sejarah dan khazanah serta ragam kebudayaan yang dimiliki Riau juga merupakan potensi wisata yang sangat menjanjikan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi Riau. Berikut ini adalah beberapa objek wisata yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Riau:

Tabel 1. 8 Objek Wisata di Provinsi Riau

No

Kabupaten/Kota

Objek Wisata

1

Kota Pekanbaru

Masjid Agung An-nur

Stadion Utama Riau

Danau Wisata Khayangan Lembah Sari

Pusat Perbelanjaan Pasar Bawah

Museum Negeri Sang Nila Utama

2

Kabupaten Kampar

Air Terjun Batang Kapas

Masjid Jami’

Dusun Buluh Cina

Candi Muara Takus

3

Kabupaten Rokan Hulu

Istana Rokan

Air Panas Hapanasan

Goa Hutan Sikafir

Air Terjun Aek Matua

Benteng Tujuh Lapis

4

Kabupaten Rokan Hulu

Upacara Bakar Tongkang

Pulau Jemur

Kelenteng In Hok Kiong

Taman Kota Bagan Siapi Api

Tugu Perjanjian

Rumah Kapten

Tugu Proklamasi

Panorama Pulau Tilan

5

Kabupaten Bengkalis

Bukit Batu

Rupat Utara

Prapat Tunggal

Mesjid Istiqomah

Balai Adat Melayu

6

Kabupaten Siak

Istana Kerajaan Siak

Makam Marhum Buatan

Tour De Siak

Masjid Sultan (Masjid Raya Syahabuddin)

Kapal Kato

Jembatan Tengku Agung Sulatanah Latifah

7

Kabupaten Pelalawan

Objek Wisata Bono

Tesso Nilo

Desa Rantau Baru Bawah

Danau Tanjung Putus

8

Kabupaten Indragiri Hulu

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Mesjid Raya Peranap

Danau Meduyan

Danau Raja

Ruma Tinggi

Pembuatan Dodol Kedondong

9

Kabupaten Indragiri Hilir

Masjid Raya Al-Huda

Komplek Makam Tuan Guru Syek Abdurrachman Siddiq

Air Terjuan 86, Tembulon Rusa

Danau Mablu

Pantai Solop

10

Kabupaten Kuantan Singingi

Air Terjun Batang Korban

Danau Kebun Kopi

Pacu Jalur

Logas

Desa Wisata Sentajo

Air Terjun Guruh Gemurai

11

Kota Dumai

Danau Wisat Bunga Tujuh

Hutan Wisata Sungai Dumai

Wisata Bakau

Wisata Bahari

Jejak Harimau Sakti

Tok Kedondong

Pantai Teluk Makmur

Kursi Pak Endong

Siti Laot Galang Lancang

12

Kabupaten Kepulauan Meranti

Festival Sungai Bokor

Tasik Air Putih

Kebudayaan Lampu Colok

Pantai Betis Beras

Sumber: Visit Riau, 2015

Semakin gencarnya pemerintah menggalakkan pariwisata lokal di Provinsi Riau turut meningkatkan jumlah wisatawan ke Provinsi Riau, baik wisatawan asing maupun domestik. Pada tahun 2015, jumlah wisatawan asing meningkat sebanyak 5.905 orang dibanding tahun 2014. Selain itu, jumlah wisatawan domestik meningkat sebanyak 1.105.590 orang.

Image title

Selain itu, guna menyusun dan mengawasi berbagai peraturan penyiaran pemerintah dan masyarakat serta menampung dan menindaklanjuti segenap bentuk apresiasi masyarakat terhadap lembaga penyiaran, maka pemerintah yang bersinergi dengan KPID Riau telah melakukan perizinan terhadap media penyiaran yang ada di Provinsi Riau dan sanksi penyiaran dengan jumlah media sebagai berikut:

Image title

Jumlah perizinan penyiaran radio di Provinsi Riau dalam 3 tahun terakhir sebagaimana pada diagram diatas, terdapat 21 perizinan penyiaran prinsip dan 11 perizinan penyiaran tetap yang kemudian sama-sama nihil pada tahun 2014. Pada tahun 2015, jumlah perizinan penyiaran prinsip sebanyak 9 perizinan dan tetap sebanyak 3 perizinan.

Image title

Selanjutnya, perizinan penyiaran televisi di Provinsi Riau dalam 3 tahun terakhir sebagaimana pada diagram diatas, terdapat 12 perizinan penyiaran prinsip dan 4 perizinan penyiaran tetap yang kemudian menurun pada 2014. Pada tahun 2015, jumlah perizinan penyiaran prinsip sebanyak 9 perizinan dan tetap sebanyak 4 perizinan.

Pekerjaan Umum

Salah satu kunci dalam pembangunan ekonomi masyarakat ialah tersedianya sarana umum yang memadai. Pembangunan sarana umum in meliputi  jalan penghubung dalam Kota, antar kota, antar kabupaten, jembatan,listrik dan infrastruktur kepentingan publik lainnya.

Penyediaan infrastruktur melalui program pembangunan jalan dan jembatan guna meningkatkan aksesibilitas dari dan menuju sentra produksi, serta mengatasi keterisolasian wilayah, dilaksanakan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau. Berikut adalah jenis-jenis pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya Provinsi Riau hingga tahun 2015.

a. Pembangunan Jembatan

Menurut data dari Dinas Bina Marga Provinsi Riau, sejak tahun 2013 hingga tahun 2015, sebanyak 1.013 jembatan telah dibangun di seluruh Provinsi Riau dan tidak ada penambahan jumlah pembangunannya sejauh ini. Selain itu, jika ditotalkan seluruh panjang jembatan yang ada di Provinsi Riau maka didapat hasil sepanjang 28.142 Km. Total jumlah dan panjang jembatan di Provinsi Riau sejauh ini adalah merupakan hasil pembangunan oeh pemerintah Provinsi Riau.

b. Pembangunan Jalan

Panjang total jalan Provinsi Riau adalah 3.033,32 Km sementara panjang total jalan Nasional di Provinsi Riau tahun 2015 adalah 1.336,62 Km. Pembangunan jalan di Provinsi Riau dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari semakin meningkatnya kualitas jalan provinsi yang makin membaik dari tahun ke tahun.

Image title

Diagram diatas menunjukan bahwa pada tahun 2015, total panjang jalan provinsi yang berkulitas baik jauh meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari 3.033,32 Km total jalan provinsi,  total panjang jalan provinsi berkualitas baik pada tahun 2015, yaitu 1.150,94 Km, meningkat 219,84 Km atau 23,61 persen sejak tahun 2013. Akan tetapi, total panjang jalan yang berkulitas rusak berat pada tahun 2015 juga jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya mencapai 1.332,06 Km. Jumlah ini bahkan lebih tinggi dibanding total panjang jalan provinsi berkualitas baik. Hal ini dikarenakan menurunnya kualitas jalan terutama jalan provinsi yang berkualitas sedang dan rusak ringan. Terlihat bahwa pada tahun 2015 total panjang jalan provinsi  berkualitas sedang menurun sebesar 53,73 persen dibanding tahun 2014; begitu pula pada jalan provinsi yang berkulitas rusak ringan menurun sebesar 76,41 persen dibanding tahun 2014.

Selanjutnya, diihat dari segi jenis jalan juga mengaami peningakatan yang cukup baik. Dari total jalan Provinsi atau jalan aspal, yaitu 3.033,32 Km, terdapat 1.150,94 km jalan aspal yang berkualitas baik. Kondisi jalan aspal ini tercatat lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Image title

Selain semakin meningkatnya kualitas jalan aspal provinsi, juga terjadi peningkatan pada jalan Hotmix dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Total jalan hotmix pada tahun 2015 adalah 1.384,80 Km. Selain itu, total panjang jalan kerikil dan tanah juga semakin menurun hingga masing-masing 742,51 Km dan 646,23 Km. Hal ini menunjukkan semakin meratanya pembangunan di Provinsis Riau, terutama dalam pembangunan jalan.

Perpustakaan Daerah

Perpustakaan sebagai sebuah pusat pengetahuan dan pusat pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan masyarakat karena di dalamnya tersedia begitu banyak informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat ketika mereka bermaksud memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk memproduksi sesuatu yang bernilai ekonomi, dari produk yang sederhana sampai produk yang canggih. Tidak hanya itu, perpustakaan juga sebenarnya menyediakan begitu banyak informasi dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, dari kesehatan keluarga sampai pada informasi tentang bagaimana memperluas pergaulan dalam masyarakat. Perpustakaan adalah ‘gudang ilmu’, bukan gudang buku seperti selama ini dipersepsikan orang pada umumnya.

Dengan kekayaan sumber ilmu pengetahuan yang dimilikinya, perpustakaan sebenarnya merupakan salah satu faktor pendukung utama bagi pemerintah ketika akan melaksanakan program pembangunan, baik fisik maupun mental karena melalui perpustakaan, informasi tentang kebijakan pembangunan dapat disebarluaskan pada masyarakat dengan cara yang lebih efektif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, baik lapisan sosial, pendidikan, usia, suku bangsa, maupun lapisan ekonomi. Hal ini dapat terjadi karena di perpustakaan tidak ada pembedaan terhadap pengunjung. Semua orang dilayani sesuai dengan kebutuhannya, bukan statusnya.

Oleh karena itu, perlu adanya sarana perpustakaan wilayah di setiap daerah sebagai pusat mengaskes ilmu pengetahuan bagi masyarakat baik melalui buku-buku yang tersedia juga melalui penyediaan internet gratis. Berikut adalah gambaran umum mengenai sarana perpustakaan daerah Provinsi Riau pada tahun 2015.

Image title

Jumlah pengunjung perpustakaan daerah Soeman H.S Riau terhitung cukup besar. Dalam waktu 1 tahun terdapat lebih dari 300.000 pengunjung bahkan pada taun 2015 mencapai 380.282 atau sekitar 1.042 pengunjung per hari. Jika dibandingan dengan tahun 2013, terjadi peningakatan yang cukup baik sekitar 10,9 persen.

Image title

Akan tetapi, pada tahun 2014, total jumlah pengunjung perpustakaan menurun sekitar 11,45 persen. Hal ini dikarenakan pada tahun tersebut dilaksanakan kegiatan stock opname pada koleksi bahan pustaka sehingga perpustakaan tidak dibuka untuk beberapa waktu.